THM Phantom KTV Medan Ditutup karena Diduga Sarang Narkoba, Dua Tersangka Ditetapkan

Penutupan THM Phantom KTV di Medan mengundang perhatian publik setelah tempat tersebut diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Kasus ini bukanlah yang pertama kali bagi lokasi tersebut, yang sebelumnya dikenal dengan nama Dragon KTV. Penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak berwenang menunjukkan komitmen dalam memerangi narkoba sekaligus menegakkan ketentuan perizinan yang berlaku. Ini menjadi sorotan penting dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sejarah Kasus Narkoba di THM Phantom KTV
Menurut informasi yang disampaikan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, THM Phantom KTV sebelumnya terlibat dalam kasus serupa saat masih beroperasi sebagai Dragon KTV. Pada tahun 2025, pihak kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi tersebut dan berhasil menyita 700 butir pil ekstasi. Ini menunjukkan bahwa tempat hiburan ini telah memiliki catatan buruk terkait aktivitas ilegal.
Pada penggerebekan terbaru di Phantom KTV, pihak kepolisian menemukan narkoba jenis ekstasi yang disimpan dalam kemasan nasi bungkus. Hal ini menandakan bahwa jaringan narkoba yang beroperasi di tempat itu cukup terorganisir dan melibatkan manajemen tempat hiburan. Kombes Calvijn mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari salah satu saksi, manajemen diduga mengetahui peredaran narkoba, namun tidak mengambil tindakan untuk mencegahnya.
Mengungkap Jaringan Narkoba yang Lebih Luas
Penyidik kini tengah memperluas investigasi untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar. Mereka berusaha menemukan keterkaitan antara Dragon KTV dan Phantom KTV, termasuk mengejar DPO pemilik narkoba yang ditemukan pada penggerebekan sebelumnya. Penegakan hukum ini bertujuan untuk memberantas peredaran narkoba di Medan dan memastikan tempat hiburan tidak dijadikan sarang kegiatan ilegal.
- Penyidik sedang menelusuri afiliasi antara Dragon KTV dan Phantom KTV.
- Kombes Calvijn menyatakan tim masih mengembangkan jaringan narkoba lainnya.
- Fokus utama saat ini adalah mengejar DPO pemilik 700 butir ekstasi.
- Investigasi dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal di tempat hiburan.
- Pihak berwenang berharap dapat melakukan penegakan hukum yang lebih tegas.
Pelanggaran Perizinan dan Administrasi
Selain masalah narkoba, pemerintah juga menemukan sejumlah pelanggaran administrasi dan perizinan di THM Phantom KTV. Beberapa dokumen usaha yang seharusnya lengkap, seperti izin restoran, bar, dan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC), diketahui belum sepenuhnya dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa pengelola tempat hiburan tersebut tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.
Kombes Calvijn menegaskan bahwa meskipun pemerintah kota mendukung peningkatan ekonomi dan usaha, semua izin harus lengkap dan tidak boleh mengorbankan keamanan masyarakat. Pelanggaran ini menjadi salah satu alasan penutupan Phantom KTV, yang diharapkan dapat mencegah tempat tersebut menjadi sarang transaksi narkoba.
Langkah Selanjutnya dari Pemerintah Kota Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa operasional Phantom KTV tidak dapat dilanjutkan karena ketidakpatuhan terhadap ketentuan perizinan. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Medan sebelumnya sudah memberikan peringatan kepada pengelola sejak April 2026. Namun, peringatan tersebut tampaknya tidak diindahkan, sehingga tindakan tegas perlu diambil.
Penutupan THM Phantom KTV menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menegakkan hukum terhadap peredaran narkoba. Selain itu, ini juga sebagai langkah untuk menertibkan tempat usaha yang tidak memenuhi syarat perizinan di Kota Medan. Dengan penutupan ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Reaksi Masyarakat dan Harapan ke Depan
Keputusan untuk menutup THM Phantom KTV mendapatkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang mendukung langkah tersebut sebagai upaya untuk memberantas peredaran narkoba. Masyarakat berharap agar penegakan hukum ini tidak hanya berhenti di satu lokasi, tetapi juga memperluas jangkauannya untuk menanggulangi masalah narkoba di tempat hiburan lainnya.
Harapan masyarakat kini tertuju pada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk terus melakukan pengawasan yang ketat terhadap tempat hiburan. Selain itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi terkait perizinan dan tanggung jawab pengelola tempat usaha agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Pentingnya Kerjasama Masyarakat dan Pemerintah
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangatlah penting dalam upaya memerangi narkoba dan kegiatan ilegal lainnya. Masyarakat diharapkan lebih aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di sekitar mereka. Dengan adanya kerjasama yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
- Peran aktif masyarakat sangat penting dalam melaporkan aktivitas ilegal.
- Pemerintah perlu melakukan sosialisasi tentang perizinan usaha.
- Pengawasan yang ketat harus diterapkan di tempat hiburan.
- Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat perlu diperkuat.
- Langkah tegas terhadap pelanggaran hukum harus terus dilakukan.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang dan dukungan dari masyarakat, diharapkan kota Medan dapat terbebas dari peredaran narkoba dan tempat hiburan yang tidak bertanggung jawab. Penutupan THM Phantom KTV adalah langkah awal yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.




